Gosmama – Dunia kreator konten kembali dihebohkan oleh kasus yang menyeret nama Vilmei. Kali ini, perhatian tertuju pada dugaan penggelapan saldo TikTok miliknya yang nilainya mencapai Rp1,28 miliar. Yang bikin kasus ini makin menyita perhatian, salah satu tersangka disebut merupakan karyawan Vilmei sendiri.
Polres Metro Bekasi Kota telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka masing-masing berinisial ZK alias Z, ASR alias A, dan L. Ketiganya ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kasus ini pun memunculkan pertanyaan soal bagaimana saldo bernilai miliaran rupiah bisa diduga disalahgunakan oleh orang-orang yang memiliki keterkaitan dengan korban.
Saldo TikTok Diduga Dialihkan Lewat Gift
Dari hasil penyelidikan sementara, ZK diduga menyalahgunakan akses ke perangkat yang terhubung dengan akun TikTok milik Vilmei. Saldo dalam akun tersebut diketahui berasal dari berbagai aktivitas digital, termasuk program afiliasi, kerja sama promosi produk, dan gift saat siaran langsung.
Polisi menduga saldo itu digunakan untuk membeli koin TikTok. Koin tersebut kemudian dipakai mengirimkan gift ke akun yang dikuasai para tersangka, sebelum nilainya dicairkan melalui rekening bank maupun dompet digital.
Berdasarkan audit internal dan riwayat transaksi yang diserahkan kepada penyidik, kerugian Vilmei diperkirakan mencapai Rp1.282.915.000.
Angka ini tentu bukan jumlah kecil. Namun, aliran dana dan keterlibatan masing-masing tersangka masih perlu ditelusuri lebih jauh melalui proses hukum.
Baca juga: Jessica Iskandar Dipangku Vincent Verhaag, Perayaan 5 Tahun Pernikahan Ini Bikin Baper!
Tiga Tersangka Ditahan, Polisi Masih Mendalami Kasus
Penanganan perkara ini dilakukan oleh Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota. Dalam kasus dugaan penggelapan tersebut, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 488 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara.
Penyidik juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain. Artinya, perkembangan kasus ini masih bisa berlanjut jika ditemukan bukti tambahan.
Bagi kreator konten yang mengelola banyak transaksi digital, kasus ini menjadi pengingat bahwa akses akun dan keuangan perlu diawasi dengan ketat. Mempercayakan pengelolaan kepada tim memang bisa memudahkan pekerjaan, tetapi riwayat transaksi tetap harus diperiksa secara berkala.
Kini, perhatian tertuju pada proses hukum yang berjalan dan penelusuran aliran dana dalam kasus yang merugikan Vilmei hingga lebih dari Rp1,28 miliar tersebut.